Proxinet Anambas menyediakan layanan Wifi untuk Anda, Harga Terjangkau, Hubungi 0812-7730-6663 Gerimis, Laut, dan Ketulusan: Kisah Babinsa Membantu Penumpang Kapal di Tarempa

Gerimis, Laut, dan Ketulusan: Kisah Babinsa Membantu Penumpang Kapal di Tarempa

Sertu Ganda membantu masyrakat di Pelabuhan Sri Siantan Tarempa.

Anambas - Pagi itu, langit Tarempa diselimuti awan kelabu. Angin laut berhembus pelan, membawa aroma asin yang khas dari dermaga kecil tempat kapal-kapal antar pulau bersandar. 

Meski cuaca tampak muram, suasana di Pelabuhan Tarempa justru mulai ramai. Warga berdatangan membawa tas, karung, hingga kardus berisi berbagai keperluan untuk pulang kampung menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Di tengah hiruk pikuk itu, tampak seorang prajurit TNI berdiri di tepian dermaga. Seragam lorengnya basah oleh gerimis yang sesekali turun. Ia adalah Sertu Ganda Fitrianto, Babinsa dari Koramil 02/Tarempa Kodim 0318/Natuna. 

Tanpa banyak bicara, tangannya sigap membantu satu per satu penumpang yang hendak naik ke kapal speed maupun yang baru tiba dari pulau-pulau sekitar.

Seorang ibu tua dengan langkah tertatih terlihat kesulitan menapaki papan kayu menuju kapal. Tanpa ragu, Sertu Ganda mendekat, menggenggam tangannya dengan hati-hati. Ia menuntun sang ibu hingga duduk aman di dalam kapal. 

Senyum kecil terukir di wajah perempuan itu, seolah rasa lelahnya sedikit terobati.
Tidak hanya membantu penumpang, prajurit itu juga terlihat mengangkat beberapa barang milik warga. 

Dari karung berisi sembako hingga tas besar yang hampir tak sanggup diangkat pemiliknya. Semua ia lakukan tanpa menunjukkan rasa lelah.

Bagi Sertu Ganda, apa yang dilakukannya bukanlah sesuatu yang luar biasa. Ia hanya ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat menggunakan transportasi laut, terlebih menjelang hari raya ketika arus penumpang meningkat.

“Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri, biasanya pergerakan warga dari pulau-pulau menuju Tarempa dan sebaliknya akan semakin ramai,” ujarnya dengan suara tenang di sela aktivitasnya.

Ia mengatakan, kehadirannya di pelabuhan bukan sekadar berjaga. Lebih dari itu, ia ingin memastikan setiap warga yang bepergian bisa merasa aman selama perjalanan.

“Kita ingin setiap warga merasa nyaman dan aman, baik saat berada di pelabuhan maupun selama pelayaran berlangsung,” katanya.

Di sela membantu penumpang, Sertu Ganda juga menyempatkan diri berbincang dengan para nakhoda kapal. Dengan nada bersahabat, ia mengingatkan agar kapal tidak memuat penumpang maupun barang melebihi kapasitas.

Baginya, keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Laut yang terlihat tenang sekalipun bisa berubah sewaktu-waktu jika tidak diantisipasi dengan baik.

Ia juga mengingatkan para pemilik kapal agar selalu melengkapi perlengkapan keselamatan seperti pelampung dan alat darurat lainnya. Selain itu, ia meminta para nakhoda untuk terus memantau perkembangan cuaca sebelum memutuskan berlayar.

“Kalau semuanya dipersiapkan dengan baik, insyaallah pelayaran kita bisa berlangsung aman, lancar dan selamat,” ucapnya.

Kehadiran prajurit itu rupanya tidak luput dari perhatian para awak kapal. Bagi mereka, sosok Babinsa tersebut bukan hanya aparat, tetapi juga sahabat yang peduli terhadap keselamatan mereka di laut.

Salah satunya Marwan, seorang nakhoda kapal yang pagi itu bersiap berangkat dari Pelabuhan Tarempa. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Sertu Ganda di dermaga.

Menurutnya, warga merasa lebih tenang ketika melihat prajurit TNI ikut membantu penumpang naik dan turun kapal.

“Perhatian beliau sangat besar. Kadang kami para nakhoda ini terlalu fokus mencari rezeki, sampai lupa beberapa hal penting soal keselamatan,” kata Marwan.

Ia menambahkan, pengingat yang diberikan Babinsa sering kali membuat para awak kapal kembali menyadari kewajiban yang harus dipenuhi sebelum berlayar.

Bagi warga yang datang dan pergi dari pelabuhan kecil itu, mungkin bantuan yang diberikan Sertu Ganda hanya terlihat sebagai hal sederhana. Namun di balik itu, ada ketulusan seorang prajurit yang memilih berdiri di tengah gerimis demi memastikan setiap orang sampai dengan selamat.

Di bawah langit mendung Tarempa pagi itu, Sertu Ganda Fitrianto tidak sedang menjalankan tugas besar yang tercatat dalam laporan resmi. Ia hanya melakukan satu hal sederhana: menjaga sesama manusia, agar bisa pulang dengan selamat ke rumah dan keluarga mereka. (Ss)

Lebih baru Lebih lama