![]() |
| Bupati Anambas, Aneng pantau Gerai Pangan Murah (GPM). |
Anambas - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menghadirkan Gerai Pangan Murah (GPM) untuk menjawab kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Program ini digelar sebagai upaya menekan harga bahan pokok yang dinilai masih tinggi di pasaran.
Untuk tahap perdana, GPM difokuskan di Pulau Siantan, tepatnya di Pasar BUMDes Tarempa Barat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (23/2).
Sejak hari pertama, masyarakat terlihat antusias mendatangi lokasi gerai. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Beragam bahan pokok dijual di GPM, di antaranya telur ayam, beras, minyak goreng, tepung, bawang merah, bawang putih, gula pasir, sayur pak coi hingga cabai.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng mengatakan GPM digelar atas dorongan langsung dari masyarakat. Ia mengaku menerima banyak keluhan terkait harga bahan pokok yang masih tinggi.
“Pekan lalu saya banyak menerima pesan WhatsApp dari emak-emak yang mengeluhkan harga kebutuhan pokok. Walaupun ada beberapa yang turun, tapi secara umum masih terasa mahal,” ujar Aneng.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Aneng langsung meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk segera bergerak cepat.
“Saya langsung minta Disperindag dan Dinas Pangan untuk menggelar operasi Gerai Pangan Murah ini. Tujuannya jelas, untuk menekan harga dan membantu masyarakat,” tegasnya.
Selain menstabilkan harga, GPM juga menjadi wadah pemasaran bagi produk pertanian lokal. Sejumlah hasil tani dari petani Anambas turut dipasarkan dalam kegiatan tersebut.
Produk seperti sayuran segar, cabai, dan komoditas lainnya dipasok langsung dari petani lokal. Hal ini diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (DPPP) Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar merincikan stok bahan pokok yang disiapkan selama tiga hari pelaksanaan.
“Stok yang kami siapkan cukup besar, di antaranya beras 500 sak, minyak goreng 600 liter, gula pasir 1 ton, telur 500 papan, bawang merah 180 kilogram dan bawang putih 100 kilogram,” jelas Arcan.
Ia memastikan seluruh komoditas dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar, namun tetap memperhatikan kualitas barang yang dipasarkan.
Arcan juga menegaskan bahwa kegiatan GPM tidak akan mengganggu pedagang di pasar lain. Pemerintah tetap menjaga keseimbangan agar roda ekonomi tetap berjalan.
“Kegiatan ini bukan untuk menyaingi pedagang, tetapi membantu masyarakat dan menekan harga agar tidak liar. Kami ingin harga tetap stabil dan daya beli warga selama Ramadan tetap terjaga,” tegasnya.
Berikut rincian harga bahan pokok di GPM, minyak goreng Rp 15 ribu per liter, beras Rp 57 ribu per sak, bawang merah Rp 18 ribu per kg, bawang putih Rp 40 ribu per kg, telur Rp 55 per papan. (don)
Tags
Anambas
